Menyongsong Asurans Laporan Keberlanjutan: Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum ISSA 5000 Berlaku Efektif
Standar asurans keberlanjutan ISSA 5000 akan segera mengikat penugasan asurans atas laporan keberlanjutan. Kesiapan data dan pengendalian adalah kuncinya.
Pelaporan keberlanjutan di Indonesia telah bergeser dari sukarela menjadi kewajiban bagi banyak entitas — dan langkah berikutnya sudah di depan mata: asurans independen atas laporan tersebut. Standar internasional ISSA 5000 (International Standard on Sustainability Assurance) menjadi kerangka global untuk penugasan ini dan mulai mengikat untuk periode pelaporan yang akan datang.
Mengapa ini penting sekarang
Pengalaman kami dengan asurans keuangan menunjukkan satu hal: entitas yang baru memikirkan auditabilitas saat auditor datang akan mengalami proses yang mahal dan menyakitkan. Hal yang sama berlaku untuk data keberlanjutan — emisi, ketenagakerjaan, rantai pasok — yang sering kali tersebar di luar sistem keuangan dan tanpa kontrol yang memadai.
Empat langkah kesiapan
- Petakan sumber data. Identifikasi dari mana setiap angka dalam laporan keberlanjutan berasal, siapa pemiliknya, dan bagaimana dihitung.
- Dokumentasikan metodologi. Faktor emisi, batasan organisasi, dan estimasi harus tertulis dan konsisten antar-periode.
- Bangun kontrol atas data non-keuangan. Prinsip yang sama dengan pengendalian pelaporan keuangan: pemisahan tugas, reviu berjenjang, jejak dokumentasi.
- Lakukan asesmen kesiapan (readiness assessment). Uji coba sebelum penugasan asurans sesungguhnya jauh lebih murah daripada temuan di tengah penugasan.
Firma kami menyediakan jasa kesiapan data & kontrol ESG serta asurans laporan keberlanjutan berbasis ISSA 5000. Diskusikan posisi kesiapan Anda dengan tim kami.